Senin, 09 April 2012

SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM


A. Komponen Ekosistem
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu menentukan komponen-komponen ekosistem.
Marilah kita berjalan-jalan di halaman sekolah. Lakukan observasi dan
catatlah bagian-bagian yang menyusun ekosistem di halaman sekolahmu!
Dari data yang kalian peroleh nanti kita kelompokkan bersama-sama.
Komponen ekosistem terdiri dari dua komponen, yaitu:
1. Komponen yang tak hidup disebut dengan komponen abiotik
Komponen itu antara lain: tanah, air, udara, cahaya matahari.
2. Komponen yang terdiri dari makhluk hidup disebut dengan komponen
biotik.
Dalam komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, manusia dan
mikroorganime. Berdasarkan fungsi, komponen biotik dibedakan
menjadi:
a . P r o d u s e n
Produsen merupakan kelompok organisme yang dapat membuat
makanan sendiri. Semua jenis tumbuhan hijau termasuk produsen.
Mengapa tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri?
Tumbuhan hijau dapat menghasilkan makanan sendiri melalui
proses fotosintesis.
235 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
Perhatikan proses fotosintesis di bawah ini!
CO2 + 6H2O matahari dan klorofil C6H12O6 + 6O2
Zat makanan akan tersimpan pada daun, batang, akar dan buah.
O2 dilepas ke udara dimanfaatkan oleh organisme lain untuk
pernafasan. Organisme yang dapat membuat makanan sendiri seperti
di atas disebut organisme autotrof. Ada tumbuhan yang tidak
mempunyai klorofil maka kebutuhan makanannya tergantung
organisme lain karena tidak dapat berfotosintesis, misal : tali putri.
b. K o n s u m e n
Kelompok yang terdiri dari hewan dan manusia. Kelompok ini
tidak dapat membuat makanan sendiri, untuk itu tergantung pada
organisme lain. Organisme tersebut disebut organisme heterotrof,
yang artinya organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri
sehingga untuk memenuhi kebutuhannya tergantung pada
organisme lain. Maka di sini terjadi peristiwa makan memakan.
Berdasarkan tingkat memakannya, terbagi menjadi:
1) Konsumen I atau primer: organisme yang makan produsen
(tumbuhan hijau)
2) Konsumen II atau sekunder: organisme yang makan konsumen I
atau primer.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen sebagai organisme
heterotrof dibagi menjadi:
1) Herbivora: hewan pemakan tumbuhan
Contoh: kerbau, kambing, belalang.
2) Karnivora: Hewan pemakan daging
Contoh: anjing, elang, harimau.
3) Omnivora: hewan pemakan segalanya
Contoh: tikus, ayam, luwak.
c . Pengurai atau dekompuser
Merupakan mikroorganisme yang menguraikan senyawa organik
atau bahan makanan yang ada pada sisa organisme menjadi
senyawa an organik yang lebih kecil. Pengurai biasanya dari
golongan jamur dan bakteri yang tidak dapat membuat makanan
sendiri dan mereka memperoleh makanan dengan cara menguraikan
organisme yang telah mati. Hasil penguraian ini berupa zat mineral
yang akan meresap ke dalam tanah. Zat mineral tersebut akan
diambil tumbuhan.
------------
B. Satuan–Satuan Ekosistem
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu menyebutkan satuan–satuan ekosistem.
Pada waktu kalian jalan-jalan di halaman sekolah, apakah kalian
menemukan seekor semut, sebatang rumput, sekelompok semut atau
sekelompok rumput? Seekor semut, sebatang rumput itu disebut individu,
sedangkan sekelompok semut, sekelompok rumput itu disebut popolasi. Jadi
apa yang dimaksud individu dan populasi? Individu adalah makhluk
hidup tunggal.
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup yang sejenis mendiami
tempat tertentu.
Karena jumlah organisme di suatu tempat dengan tempat lain berbedabeda
maka tingkat kepadatan populasi pun berbeda-beda. Kepadatan
adalah hubungan antara jumlah individu dan ruang yang ditempati.
Sedangkan kepadatan populasi adalah jumlah individu makhluk hidup
sejenis per satuan luas tempat yang dihuni pada waktu tertentu.
Contoh : Pada tahun 2000, daerah X luasnya 2 km2 dihuni oleh 200
orang penduduk. Maka kepadatan penduduknya adalah 200 orang per 2
km2 = 100 orang per km2. Artinya daerah seluas 1 km2 dihuni 100 orang
penduduk.
Kepadatan populasi suatu jenis makhluk hidup pada sutu daerah dari
tahun ke tahun selalu mengalami perubahan.
Ada dua hal yang menyebabkan terjadinya perubahan populasi, sebagai
berikut :
1. Adanya individu yang datang, yaitu karena adanya kelahiran (natalitas)
dan imigrasi.
2. Adanya individu yang pergi, karena adanya kematian (mortalitas) dan
emigrasi.
237 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
Tempat hidup makhluk hidup itu disebut dengan habitat. Populasi
rumput, populasi semut dan populasinya hidup bersama–sama ditempat
tertentu disebut komunitas. Komunitas adalah kumpulan populasi–
populasi yang berbeda dan hidup bersama pada tempat tertentu. Makhluk
hidup bertempat tinggal dalam suatu habitat akan tergantung pada
lingkungan. Lingkungan adalah segala suatu yang ada di sekitar makhluk
hidup. Kesatuan antara komunitas dengan lingkungannya dimana di
dalamnya ada hubungan timbalbalik disebut dengan ekosistem.
Sedangkan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk
hidup dengan lingkungan disebut ekologi.
Terdapat dua macam ekosistem, yaitu :
1. Ekosistem buatan; yang sengaja dibuat oleh manusia. Misal: sawah,
kolam akuarium.
2. Ekosistem alami; yang tidak dibuat oleh manusia tetapi sudah ada dari
alam. Misal: sungai, pantai, hutan.
Ekosistem yang terbesar di bumi disebut biosfer yang terdiri dari seluruh
ekosistem yang ada di permukaan bumi
--------------

C. Hubungan Antar Komponen Ekosistem
I n d i k a t o r
• Memahami hubungan antara komponen biotik dan abiotik.
• Memahami hubungan antara komponen biotik dan biotik.
238 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
Di dalam ekosistem terjadi saling ketergantungan antar komponen,
sehingga apabila salah satu komponen mengalami gangguan maka
mempengaruhi komponen lainnya. Ekosistem dikatakan seimbang
apabila jumlah antara produsen, konsumen I dan konsumen II seimbang
keterangan gambar anak panah : dimakan.
1 . Hubungan antara komponen biotik dan komponen abiotik
Keberadaan komponen abiotik dalam ekosistem sangat
mempengaruhi komponen biotik. Misal: tumbuhan dapat hidup baik
apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan
tumbuhan tersebut, contohnya air, udara, cahaya, dan garam–garam
mineral. Begitu juga sebaliknya komponen biotik sangat mempengaruhi
komponen abiotik yaitu tumbuhan yang ada di hutan sangat
mempengaruhi keberadaan air, sehingga mata air dapat bertahan, tanah
menjadi subur. Tetapi apabila tidak ada tumbuhan, air tidak dapat
tertahan sehingga dapat menyebabkan tanah longsor dan menjadi
tandus.
Komponen abiotik yang tidak tergantung dengan biotik antara lain:
gaya grafitasi, matahari, tekanan udara.
2 . Hubungan antara komponen biotik dengan komponen biotik
Di antara produsen, konsumen dan pengurai adalah saling
ketergantungan. Tidak ada makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk
lainnya. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya
untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung maupun tak
langsung. Hubungan saling ketergantungan antar produsen, konsumen
dan pengurai. Terjadi melalui peristiwa makan dan memakan melalui
peristiwa sebagai berikut:
a . Rantai makanan
Merupakan peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem
dengan urutan tertentu.
b. Jaring-jaring makanan
Merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan
dalam suatu ekosistem.

c . Piramida makanan
Merupakan gambaran perbandingan antara produsen, konsumen
I, konsumen II, dan seterusnya. Dalam piramida ini semakin ke
puncak biomassanya semakin kecil.

d . Ar Arus us ener energi gi
Merupakan perpindahan energi dari tempat yang tinggi ke tempat
yang rendah. Yaitu dari sinar matahari lalu produsen, ke konsumen
tingkat I, ke konsumen tingkat II sampai pengurai. Sedangkan
mineral membentuk siklus. Energi yang dilepas sangat kecil karena
setiap organisme membutuhkan energi dalam memenuhi
kebutuhannya.

e . Siklus energi
Merupakan perpindahan zat dari tempat satu ke tempat yang
lainnya. Akhirnya akan kembali ke tempat zat itu berasal.
------------------

D. Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu mampu mengidentifikasi keanekaragaman makhluk
hidup.
• Peserta didik mampu menyebutkan upaya pelestarian makhluk hidup.
243 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
oleh campur tangan manusia terhadap lingkungan yang dapat
mempengaruhi keanekaragaman. Penurunan keanekaragaman makhluk
hidup dapat terjadi secara alami dan campur tangan manusia. Dewasa
ini campur tangan manusia berperan besar dalam penurunan
keanekaragaman makhluk hidup, baik itu disadari maupun tidak
disadari. Beberapa perbuatan manusia yang dapat mengancam atau
menurunkan keanekaragaman makhluk hidup antara lain:
a. Pembabatan hutan alam, untuk jalan raya, pabrik, perumahan dan
sebagainya.
b. Penggunaan pestisida, insektisida dan sejenisnya yang tidak
bertanggung jawab.
c. Pembuangan limbah industri yang sembarangan.
d. Perburuan hewan yang tidak bertanggung jawab
Dalam perjalanan waktu ada kelompok makhluk hidup yang
mengalami peningkatan keanekaragaman, ada yang tetap, ada pula
yang berkurang keanekaragamannya.
2 . Upaya Pelestarian Makhluk Hidup
Keanekaragaman makhluk hidup telah memberikan manfaat bagi
kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya. Sepantasnya manusia
berusaha dan bertindak untuk memelihara, mengembangkan dan
menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai sumber daya alam
hayati, agar senantiasa dapat memperoleh manfaatnya.
Mengapa dunia sekarang berada pada saat harus segera bertindak
melestarikan keanekaragaman makhluk hidup? Dampak buruk yang
diakibatkan karena terjadi kepunahan terhadap makhluk hidup,
merugikan bagi manusia itu sendiri. Di Indonesia banyak species
hewan, dan tumbuhan asli Indonesia di ambang kepunahan dan bahkan
sudah punah. Menurut hukum alam suatu species yang sudah punah,
tidak akan tercipta lagi di bumi ini. Apakah itu tidak merugikan?
Pelestarian makhluk hidup dapat dilakukan melalui cara–cara sebagai
berikut :
a . Tu u m b u h – t u m b u h a n
Upaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1) Kebon koleksi, biasanya hanya untuk mempertahankan tumbuhan
bibit unggul.
Contoh : kebon kelapa di Bone–Bone, kebon mangga di Pasuruan.
2) Kebun plasma nutfah, merupakan perkembangan kebun koleksi
244 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
Contoh: di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, temu–temuan,
talas, dan suweg.
3) Kebun botani, didirikan pada tahun 1817 di Bogor, terkenal dengan
Kebon Raya Bogor.
b .. . H e w a n
Upaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1) Menangkar hewan langka dengan cara mengisolasi hewan tersebut.
2) Mengambil telur–telur hewan untuk dibantu menetaskannya.
3) Memindahkan hewan langka ke tempat yang lebih cocok.
4) Membuat undang–undang perburuan.
-----------------
E. Pengaruh Kepadatan Populasi
Terhadap Lingkungan
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu memprediksi pengaruh populasi manusia terhadap
lingkungan.
Semua kebutuhan manusia dipasok dari lingkungan yang merupakan
sumber daya alam.Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat
diperoleh dari lingkungan untuk keperluan manusia. Semakin meningkat
jumlah popolasi semakin banyak sumber daya alam yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: kebutuhan pangan, kebutuhan air
bersih, kebutuhan udara bersih dan kebutuhan lainnya. Apabila jumlah
populasi meningkat akan timbul berbagai masalah, misalnya kepadatan
arus lalu Lintas yang mengakibatkan udara terjadi pencemaran, banyak
245 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
lahan pertanian dijadikan pemukiman penduduk akibatnya terjadi
perkampungan yang kumuh, dan ahkirnya air bersih ikut menjadi
permasalahan. Apabila hal ini dibiarkan maka akan terjadi penurunan
kwalitas lingkungan yang nantinya juga akan merusak lingkungan. Untuk
itu dibutuhkan manusia-manusia yang sadar lingkungan.
Beberapa hal yang mempengaruhi populasi manusia, yaitu:
1. Kelahiran atau natalitas, kepadatan populasi akan bertambah. Angka
kelahiran diperoleh menghitung jumlah kelahiran hidup tiap 1000
penduduk per tahun
2. Kematian atau mortalitas, kepadatan populasi akan berkurang.
Angka kematian diperoleh menghitung jumlah kematian tiap 1000
penduduk per tahun.
3. Imigrasi, adanya penduduk yang datang akan menambah kepadatan
populasi.
4. Emigrasi, adanya penduduk yang pindah atau pergi akan mengurangi
kepadata populasi.
---------------

F. Pengelolaan Lingkungan
I n d i k a t o r
• Peser ta didik mampu memahami peran manusia dalam pengelolaan
lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Jika pada ekosistem yang kamu pelajari melibatkan manusia pada
lingkungan, manusia berperan sebagai bagian dari komponen biotik dan
peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kwalitas lingkungan.
Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pemcemaran sungai, laut,
tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan
kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang
akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat
menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa
datang.
246 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
Akibat pencemaran air:
a. Zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan
mikroorganisme.
Limbah yang terkandung dalam air dapat membusuk sehingga pada
air menimbulkan bau yang tidak sedap. Akibatnya kadar oksigen
dalam air berkurang sehingga mengganggu makhluk hidup air
lainnya. Sampah organik pada air akan mengalami penguraian
melepaskan nitrat dan fosfat yang merangsang mikroorganisme
seperti ganggang akan tumbuh subur sehingga akan menutupi
ekosistem air. Peristiwa ini disebut eutrofikasi.
b. Zat-zat yang bersifat racun akan membunuh organisme yang hidup
di air
Zat yang bersifat racun contohnya pestisida yang penggunaannya
secara berlebihan sisanya dapat sampai lingkungan air. Karena sisa
pertisida itu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini akan
memyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air tersebut
Dampak penggunaan pestisida disebut biological magnification
yaitu pelipatgandaan bahan pencemar pada organisme dari
organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi dengan kadar
polutannya juga semakin tinggi.
Bagaimanakah upaya yang ditempuh untuk mengatasi pencemaran air?
Upaya mengatasi pencemaran air dilakukan sebagai berikut:
a. Pengelola industri wajib membuat unit pengelolaan limbah (UPL).
b. Menggunakan pupuk buatan dan pestida sesuai dengan dosis yang
dianjurkan.
c. Di rumah tangga wajib membuat unit pengelolaan sederhana.
Gambar 12. 6 Pencemaran air
Pengaruh pencemaran dan cara mengatasinya, yaitu:
1 . Pencemaran air
Tanda–tanda pencemaran air dapat lihat secara:
a. Fisis, yaitu pada kejernihan
air, perubahan suhu, perubahan
rasa, dan perubahan
warna air.
b. Kimia, yaitu adanya zat
kimia yang terlarut dan
perubahan pH.
c. Biologi, yaitu, adanya mikroorganisme
di dalam air
tersebut.
Dokumen Penerbit
247 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
2 . Pencemaran udara
Yang menyebabkan terjadinya
pencemaran udara antara
lain: asap kendaraan, asap
cerobong pabrik, dan instalasi
nuklir atau percobaan nuklir.
Akibat pencemaran udara:
a. Meningkatnya suhu bumi
karena efek rumah kaca yaitu
meningkatnya kadar karbondioksida, yang dikenal dengan
pemanasan global
b. Gangguan pernafasan dan penyakit paru-paru.
c. Terjadinya hujan asam akibat asap yang menggunakan bahan bakar
fosil.
Hujan asam adalah hujan yang keasaman air melebihi air hujan yang
tidak kena polusi. Dampak dari hujan asam ini mengakibatkan tanah
menjadi kurang subur, merusak tanaman dan pH air turun.
d. Rusaknya lapisan ozon . Dampaknya tidak akan tersaringnya sinar
ultraviolet oleh lapisan ozon sehingga kulit mudah terbakar, timbul
kanker kulit, lensa mata mudah terkena katarak, fotosintesis
terganggu. Untuk memperlambat terjadinya pemanasan global
dengan cara mengurangi pemakaian bahan bakar minyak,
penghentian CFC pada almari pendingin.
Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran
udara? Upaya mengatasi pencemaran udara dilakukan sebagai berikut:
a. Pabrik yang mengeluaran asap membuat cerobong asap yng tinggi
agar gas pencemarnya keluar ke lingkungan berbaur dengan angin.
b. Lokasi pabrik sebaiknya jauh dari pemukiman.
c. Melakukan reboisasi untuk mengurangi kadar karbondioksida di
udara.
3 . Pencemaran tanah
Penyebab pencemaran tanah karena adanya sampah–sampah yang
tidak dapat diuraikan, seperti plastik, kaleng, dan kaca. Akibat
pencemaran tanah: kesuburan tanah menurun dan pertumbuhan
tanaman terganggu.
Upaya mengatasi pencemaran tanah, antara lain :
a. Melakukan daur ulang sampah yang tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganime.
Gambar 12.7 Pencemaran udara
Dokumen Penerbit
248 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
b. Memisahkan sampah plastik
dengan non plastik. Sampah
non plastik ditimbun dijadikan
humus.
c. Jangan membuang sampah
di sembarang tempat.
Selain pengaruh pencemaran
lingkungan, kerusakan hutan
juga mempengaruhi kualitas
lingkungan hidup. Beberapa
penyebab terjadinya kerusakan
hutan, yaitu:
a. Berladang yang berpindah–pindah.
b. Penebangan kayu secara liar.
Akibat kerusakan hutan :
a. Kondisi kesuburan tanah menurun.
b. Air tanah berkurang.
c. Peningkatan suhu tubuh.
d. Flora dan fauna terancam.
Upaya mengatasi kerusakan hutan:
a. Masyarakat harus sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat
kerusakan hutan.
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara hutan dan
tidak melakukan penebangan liar.
c. Melakukan tindakan yang memotivasi warga untuk bertanggung
jawab terhadap lingkungan hidup
d. Menetapkan peraturan-peraturan tentang yang mengatur penebangan
hutan.
e. Mengadakan pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan hutan.
f. Mengeluarakan undang–undang tentang lingkungan hidup. Misalnya
Undang-undang No.4 tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
Lingkungan hidup.

Source: Sugiyarto, Teguh. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar